Bacaan Hari Ini:
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa."
— Kolose 2:9-10
Real Talk: Sindrom Mencari "Plugin" Kehidupan
Bagi kamu yang pernah membangun sebuah aplikasi atau merancang sebuah website, kamu pasti tahu bahwa tidak semua fitur bawaan ( native ) dari sistem itu lengkap. Sering kali, untuk membuat aplikasimu berfungsi maksimal, kamu harus repot-repot mencari dan memasang API ( Application Programming Interface ) dari pihak ketiga atau plugin tambahan. Tanpa plugin eksternal itu, sistemmu terasa seperti versi beta yang cacat, tidak lengkap, dan belum siap diluncurkan.
Ironisnya, banyak anak muda yang memperlakukan hidup dan hatinya persis seperti sistem yang belum selesai itu.
Kamu melihat ke dalam dirimu dan merasa ada yang "kurang". Kekosongan itu membuatmu panik. Kamu mulai mencari "plugin" eksternal untuk menambal perasaan tidak utuh tersebut. Bagi sebagian orang, plugin itu berupa pencarian pasangan romantis secara obsesif—merasa bahwa "Kalau aku punya pacar, pasti hidupku lebih tertata dan aku nggak akan kesepian lagi." Bagi yang lain, plugin itu berupa ambisi gila-gilaan untuk memegang kendali atas banyak divisi di organisasi, merasa bahwa "Kalau namaku diakui sebagai pemimpin tertinggi, barulah aku punya harga diri."
Kamu berkeliling dunia menawarkan dirimu seperti barang "second" yang butuh diservis, atau seperti puzzle yang kehilangan kepingan utamanya. Kamu menggantungkan kebahagiaan dan kewarasanmu pada manusia lain atau pada pencapaian, menuntut mereka untuk melengkapimu. Padahal, menuntut manusia lain untuk mengisi kekosongan batinmu adalah sebuah ketidakadilan; manusia tidak didesain untuk menanggung beban ilahimu.
The Truth: Sistem Bawaan yang Sudah Sempurna
Rasul Paulus, saat menulis kepada jemaat di Kolose, berhadapan dengan guru-guru palsu yang mengajarkan bahwa percaya kepada Yesus saja tidak cukup. Mereka mengajarkan bahwa jemaat butuh "tambahan" ritual mistis dan filsafat tertentu untuk bisa benar-benar sempurna.
Paulus membantah keras hal itu di Kolose 2:9-10. Ia menyatakan sebuah kebenaran yang membebaskan: "Kamu telah dipenuhi di dalam Dia." Dalam terjemahan bahasa Inggris sering ditulis “You are complete in Him”.
Artinya, saat kamu menerima Kristus, Dia tidak memberikan diri-Nya setengah-setengah. Sistem bawaan rohanimu sudah di- upgrade secara penuh. Kamu tidak butuh plugin berupa validasi sosial, jabatan, atau pacar untuk membuatmu berharga. Apakah memiliki pasangan atau meraih sukses itu salah? Tentu tidak. Tapi mereka adalah bonus untuk dinikmati, bukan fondasi untuk menopang identitasmu. Dua orang yang sama-sama merasa "kosong" dan menjalin hubungan hanya akan menciptakan toxic relationship yang saling menghisap energi. Tapi orang yang menyadari bahwa dirinya sudah utuh di dalam Kristus, akan mampu melayani, memimpin, dan mengasihi orang lain tanpa syarat, karena ia tidak lagi "mengemis" validasi dari mereka.
Surat Kecil dari Bapa
"Anak-Ku, Aku sedih melihatmu sering merasa dirimu seperti barang rongsokan yang tidak utuh. Kamu terus berlari ke sana kemari, mencari orang atau posisi yang bisa menambal rasa sepi dan 'insecure'-mu.
Dengarkan Aku hari ini: Berhentilah mencari kelengkapan di tempat yang salah. Tidak ada manusia, gelar, atau posisi yang sanggup mengisi ruang di hatimu yang memang Ku-ciptakan khusus untuk-Ku.
Kamu bukan barang sisa. Kamu bukan proyek gagal. Saat Aku menebusmu, Aku memberikan kepenuhan-Ku di dalammu. Kamu sudah utuh. Kamu sudah lengkap. Izinkan realita ini menyerap ke dalam pikiranmu, agar kamu bisa berhenti mengemis cinta dari dunia, dan mulai membagikan cinta dari kepenuhan yang sudah kamu miliki."
Langkah Kecil Hari Ini
1. Evaluasi Status "Plugin" Hatimu: Jujurlah hari ini, apakah ada sesuatu (atau seseorang) yang membuatmu berpikir, "Aku nggak bisa hidup tanpa dia/hal ini"? Jika ya, itu adalah tanda bahwa hal tersebut telah menggantikan posisi Tuhan sebagai pengisi kekosonganmu.
2. Berhenti Mengasihani Diri Sendiri: Jika saat ini kamu sedang single atau merasa sendirian saat harus menanggung beban tugas yang berat, jangan biarkan pikiran "Coba aja ada yang bantuin/ngertiin aku" merusak harimu. Ingatkan dirimu: Tuhan ada di sana, dan kehadiran-Nya lebih dari cukup untuk menopangmu hari ini.
3. Memimpin dari Kepenuhan, Bukan Kekurangan: Saat kamu memberi instruksi atau mengevaluasi timmu hari ini, lakukanlah dengan hati yang melayani. Pemimpin yang merasa "kurang" akan memimpin dengan gaya bossy demi dihormati, tapi pemimpin yang merasa "utuh" akan memimpin untuk membangun orang lain.
Doa:
Bapa, terima kasih untuk kebenaran ini. Sering kali aku merasa diriku kurang, cacat, dan butuh sesuatu dari luar untuk membuatku merasa berharga. Aku menuntut teman-temanku, timku, atau pencapaianku untuk mengisi ruang kosong di hatiku. Ampuni aku, Tuhan. Hari ini, aku menerima kenyataan bahwa aku telah dipenuhi di dalam Kristus. Aku utuh karena Engkau tinggal di dalamku. Ajar aku untuk hidup bertolak dari kepenuhan ini, sehingga aku tidak lagi haus akan pengakuan, melainkan siap menjadi saluran berkat bagi orang lain. Amin.