Bacaan Hari Ini:
"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia (berjalan di dalam Dia)."
— Kolose 2:6
Real Talk: Mentalitas "Active User" vs Penonton Pasif
Di era digital dan multimedia sekarang ini, kita sangat familiar dengan konsep "followers". Seseorang bisa mengikuti ribuan akun tanpa perlu benar-benar mengenal si pemilik akun secara personal. Menjadi follower itu sangat mudah dan pasif: kamu cukup menekan satu tombol di layar, menonton highlight kehidupan orang lain, memberikan like, lalu scroll ke konten berikutnya. Tidak ada komitmen, tidak ada kewajiban untuk ikut campur di kehidupan nyata mereka.
Tanpa sadar, banyak anak muda yang membawa mentalitas followers media sosial ini ke dalam hubungan mereka dengan Tuhan.
Kita memperlakukan Yesus layaknya seorang Content Creator rohani yang agung. Kita menjadi follower-Nya dengan cara datang ke gereja setiap hari Minggu, duduk manis di bangku, menikmati "konten" berupa khotbah yang bagus dan musik penyembahan yang estetis. Kita memberikan like dengan berseru "Amin!", lalu setelah ibadah selesai, kita "menutup aplikasi" dan kembali ke kehidupan nyata.
Saat kamu kembali berhadapan dengan dashboard tugas-tugas organisasimu, saat kamu pusing memikirkan logbook magang yang harus diisi, atau saat kamu sedang mumet menyusun variabel penelitian untuk tugas akhirmu, Tuhan tidak lagi dilibatkan. Kamu merasa urusan agama sudah selesai di gedung gereja. Kamu puas hanya menjadi penonton pasif, padahal Tuhan tidak pernah memanggilmu untuk sekadar duduk diam dan menonton-Nya bekerja.
The Truth: Undangan untuk Berkolaborasi
Rasul Paulus membuka pesannya kepada jemaat di Kolose dengan sebuah pengingat yang sangat tegas. Ia tidak berkata, "Karena kamu telah menerima Kristus, duduklah yang manis dan dengarkan khotbah." Paulus menggunakan kata kerja yang aktif: "Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia," yang dalam terjemahan lain ditulis sebagai "Teruslah berjalan di dalam Dia."
Menerima Kristus sebagai Tuhan (keputusan awal) adalah satu hal, tetapi berjalan di dalam Dia (proses sehari-hari) adalah hal yang sama sekali berbeda. Berjalan membutuhkan pergerakan. Berjalan berarti kamu melangkah beriringan bersama-Nya di dunia nyata, bukan cuma di ruang kebaktian.
Yesus tidak mencari followers pasif yang hanya peduli pada engagement rate rohani semu. Dia mencari rekan kerja. Dia ingin dilibatkan dalam setiap baris kode yang kamu ketik, dalam setiap keputusan saat kamu memimpin rapat divisi kreatif atau keuangan, dan dalam caramu berinteraksi dengan orang-orang yang menguras kesabaranmu. Berjalan di dalam Dia berarti kamu mengizinkan prinsip-prinsip-Nya menjadi SOP utama dalam caramu menjalani hidup dari hari Senin sampai Sabtu. Jangan turunkan standar panggilanmu. Kamu bukan sekadar follower; kamu adalah murid yang diundang untuk berkolaborasi dengan Sang Pencipta.
Surat Kecil dari Bapa
"Anak-Ku, Aku sangat senang saat kamu meluangkan waktu untuk beribadah dan memuji-Ku bersama teman-temanmu. Tapi kerinduan-Ku akan dirimu jauh lebih besar dari sekadar pertemuan mingguan itu.
Aku tidak ingin hanya menjadi figur yang kamu kagumi dari kejauhan. Aku tidak menciptakanmu untuk menjadi penonton pasif dalam Kerajaan-Ku. Aku ingin masuk ke dalam realita kehidupanmu yang berantakan, ke dalam kalendermu yang padat, dan ke dalam setiap kebingunganmu.
Mari melangkah bersama hari ini. Libatkan Aku saat kamu sedang lelah, saat kamu sedang merancang sesuatu, dan saat kamu harus membuat keputusan penting. Jadikan Aku partner utamamu, bukan sekadar pelengkap rutinitas rohanimu."
Langkah Kecil Hari Ini
1. Cek Status "Follower" atau "Murid": Tanyakan pada dirimu sendiri hari ini, "Apakah aku cuma ingat Tuhan pas hari Minggu dan pas ada butuhnya aja, atau aku benar-benar melibatkan Dia dalam tugasku hari ini?"
2. Bawa Tuhan ke Ruang Kerjamu: Saat kamu membuka laptop hari ini—entah untuk mengerjakan revisian, mengurus organisasi, atau menyusun laporan—berdoalah singkat: "Tuhan, aku mau mengerjakan ini bersama-Mu. Pimpin pikiranku."
3. Ubah Kata "Aku" Menjadi "Kita": Latihlah mentalitas berkolaborasi dengan Tuhan. Alih-alih berkata, "Duh, gimana ya caraku nyelesaiin masalah ini?", ubah menjadi, "Tuhan, gimana cara kita nyelesaiin masalah ini hari ini?"
Doa:
Bapa, ampuni aku jika selama ini aku memperlakukan-Mu seperti akun yang sekadar aku 'follow' di hari Minggu, lalu aku abaikan di hari-hari lainnya. Aku sadar, Engkau tidak memanggilku untuk jadi penonton yang pasif. Hari ini, saat kita memasuki bulan yang baru, aku mengambil komitmen untuk tidak sekadar percaya, tapi sungguh-sungguh berjalan bersama-Mu. Masuklah dalam kesibukanku, dalam studiku, dan dalam setiap keputusanku hari ini. Ajar aku untuk menjadi rekan kerja-Mu yang aktif di dunia ini. Amin.